Assalamualaikum....
Apa kabar sahabatku?
Sekian lama kita tak berjumpa, adakah hal yang berubah darimu?
Semoga Allah senantiasa menjagamu, membimbingmu, menunjukimu ke jalan lurus-Nya…
dan semoga tak ada kebaikan yang hilang maupun berkurang darimu….
Malam ini sengaja kutulis surat kecil untukmu…
Surat kecil yang mewakili segenap perasaan diriku…
Maaf, mungkin hanya bisa melalui surat ini aku mengingatkanmu..
Aku tak terlalu sanggup untuk menyatakannya secara langsung padamu…
Sahabatku…
Terimakasih atas persahabatan yang kau berikan…
Terimakasih atas waktu yang kau berikan untuk ku…
Terimakasih untuk semuanya…
Sungguh aku benar2 beruntung memiliki sahabat sepertimu…
Tak kan pernah ku lupakan saat2 kita saling mengingatkan dalam kebaikan dahulu..
Tak kan pernah ku lupakan saat2 di pondok dulu...
tak kan ku lupakan nasihat2 mu...
Sahabat...
berpisah denganmu adalah salah satu hal yang aku takutkan…
aku selalu bertanya2, akankah aku dipertemukan dengan sahabat sebaik dirimu?
namun sejatinya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan..
dan akhirnya waktu itu datang..
saat aku harus meninggalkanmu..
saat aku harus mengucapkan kata berpisah..
saat aku harus melepaskan mimipi-mimpi kita bersama..
sesungguhnya jalan hidup setiap orang memang berbeda2..
kau dengan kehidupan pondok disana..
dan aku disini, tak jauh beda denganmu...
aku sedang membangun mimpiku yang sempat terbengkalai karena perpisahan ini...
aku disini selalu memikirkanmu...
bertanya-tanya sedang apa kau disana?
sudahkah, kamu menemukan seseorang yang bisa diajak membangun mimpi besarmu?
aku disini masih mencari seorang sepertimu...
seorang yang bisa mendengar keluh-kesahku...
seorang yang bisa memberikan nasihat2 dikala aku terjatuh...
seorang yang bisa mengingatkanku akan adanya Allah..
dan aku rindu dipelukmu..
aku rindu kata2 indah yang selalu kau kirimkan untukku...
Sahabatku, terimakasih telah menyempatkan membaca suratku ini.. aku disini akan selalu mendoakanmu...
dan aku percaya suatu saat nanti Allah bisa mempertemukkan kita lagi di langit dan benua yang berbeda... terus lanjutkan mimpi besarmu itu saudaraku...
Sungguh, aku menyayangimu karena Allah ^ ^
wassalamualaikum...
Suratku ini untuk sahabat2 ku yang sedang berjihad di pondok. Sahabat2 yang kusayangi karena-Nya.
untukmu saudaraku Lutfia dan Ressti...
Rabu, 12 Desember 2012
Minggu, 14 Oktober 2012
Angan yang akan kuraih bersama Lutfia dan Ressti
Universitas Monash (Monash University) adalah salah satu universitas terbesar di Australia. Kampus utamanya terletak di Clayton, Victoria, Australia.
IndahnyaMusim Gugur di JappanLondon kota indah impian kita :D
Aku ingin bersujud disini.
Indahnya Langit Paris ;;)
Rindu?
Rindu.
siapa rindu? dan mengapa ia selalu mengusik hatiku?
aku mulai akrab dengan rindu.
rindu menggelitik hati yang tak suka digelitik.
aku merindunya dan ia pun merindunya.
rinduku tumpah ruah tak tau arah.
ah, aku benci dan muak akan rindu tak terbalaskan.
aku terhanyut dalam lautan rindu yang tak bermuara.
sampai kapan aku akan terhanyut olehnya?
beritahu aku sampai kapan!
aku lelah.
hatiku kelu.
ah, ada apa dengan penaku?
pena memang begitu adanya, selalu jujur.
sampai-sampai ku tak kuasa membelenggunnya menuliskan ribuan aksara bernama rindu.
aku ingin terbang.
mengepakkan sayap dan menghancurkan keping-keping rindu yang melayang bersama pemiliknya.
sebenarnya aku ingin bermuara tapi tak tahu pada siapa ku akan bermuara.
aku masih mencari tepian hati yang siap untuk disinggahi.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Angan yang Terhenti.
Aku masih berusaha meyakinkan abahku bahwa aku bisa menghadapi permasalahan yang membuatku sempat terhenti berjuang di pondok la tansa.
ya, sudah sebulan ini aku berdiam diri dirumah... karena kondisi yang takkunjung membaik, aku sudah melakukan banyak hal untuk membuat kondisiku membaik... aku sering mengikuti terapi herbal minimal 3 kali dalam seminggu, dan rajin chek-up ke dokter spesialis penyakit dalam..
awalnya aku sering merasakan sesak di bagian dada sebelah kiri, rasanya sangat sangat sakitt! sampai-sampai aku bernafas melalui mulut karena sudah sangat sesak.
Dan dari semua pemeriksaan aku hanya mendapat satu jawaban yaitu aku harus dipindahkan ke pesantren yang udaranya cocok dengan kondisi tubuhku. yaa kata dokter aku alergi dingin dan sebaiknya aku tidak bertahan disana.
memang udara di la tansa sangat dingin karena pondok ini terletak di tengah lembah..
suasananya sangat asri dan sejuk, tapi apa daya tubuhku tak mampu bertahan disana, kalau-pun aku paksakan biasanya hanya bertahan 5-7 hari saja...
Tapi hatiku masih berkata bahwa aku bisa dan masih harus berlanjut di sana..
salah satu hal yang membuat ku tidak ingin pindah dari sana karna aku sudah menemukan sahabat yang membuatku yakin kalau impian bisa kita raih jika kita berjalan dalam khaidah agama yang benar.
Lutfia dan Ressti namanya.
Lutfia adalah sosok yang bisa diajak sharing dan bermimpi, dia yang selalu mengirimkan kata2 puitis yang bisa membuatku menitikan airmata dan akhirnya tumbuh rasa percaya diri lagi.
Ressti adalah sosok penyemangat ketika aku dan lutfia hilang harapan... dia bisa meringankan beban yang sepertinya sudah tidak mampu lagi tertampung, caranya adalah dia membuat kami tertawa terbahak2 karena tingkah konyolnya. Dan sepertinya virus penyairnya lutfia sudah menular kepadanya hahaha
Dan untuk saat ini aku masih ingin bersama kalian aku ingin mewujudkan mimpi-mimpi yang sempat tertunda karena terhalang kerikil kecil.
Langganan:
Postingan (Atom)





