Holaaaaa! Sekarang gue lagi bener2 merasa seperti manusia layang-layang. Gue ngerasa lagi terbang, tapi lupa kalo dibawah itu ada daratan. Rasanya enak, bisa terbang. Tapi sebentar lagi juga diturunin, digulung, ditaro digudang. Its like, you want to run but with no direction.
One of Blue
Kamis, 13 Maret 2014
Minggu, 27 Januari 2013
Aku dan Pertemuan
Ternyata pertemuan singkat tidak menjamin cinta tidak bisa hadir. uluran tanganmu sama, sama seperti lelaki yang sering kujumpai. tatapanmu sama, tak menyiratkan apapun. kupikir kau sama, kupikir kau biasa. sampai akhirnya aku menemukanmu dalam mimpi malamku.
Semua terjadi begitu saja, bukan? tanpa kita minta. kita juga tak berencana untuk saling mengenal. semua terjadi begitu saja. tanpa pernah kita mengetahui kelanjutan pertemuan singkat ini. sungguh aku tak berniat mengetahui siapa kamu, darimana asalmu, mengapa kau tiba-tiba muncul dihadapanku.
Sampai akhirnya kita dipertemukan kembali, tidak berencana mempertemukan diri bukan?
jabat tanganmu terasa asing, tatapanmu juga hampa, aku tidak sepenuhnya mengenalmu, hanya sebatas mengetahui nama panggilan. begitu pula kamu terhadapku. tapi, ada sesuat yang menggebu tiap kali aku menjumpaimu di persimpangan jalan.
benar, kita tak saling memiliki. semua yang terjadi seperti mimpi.
Semua terjadi begitu saja, bukan? tanpa kita minta. kita juga tak berencana untuk saling mengenal. semua terjadi begitu saja. tanpa pernah kita mengetahui kelanjutan pertemuan singkat ini. sungguh aku tak berniat mengetahui siapa kamu, darimana asalmu, mengapa kau tiba-tiba muncul dihadapanku.
Sampai akhirnya kita dipertemukan kembali, tidak berencana mempertemukan diri bukan?
jabat tanganmu terasa asing, tatapanmu juga hampa, aku tidak sepenuhnya mengenalmu, hanya sebatas mengetahui nama panggilan. begitu pula kamu terhadapku. tapi, ada sesuat yang menggebu tiap kali aku menjumpaimu di persimpangan jalan.
benar, kita tak saling memiliki. semua yang terjadi seperti mimpi.
Kutipan diary lutfiaa.
![]() |
| MAN JADDA WAJADDA! |
kamu adalah sesosok yang kucari selamai ini, yang kuminta pada tuhan disetiap sujudku, kamulah yang kutemui dalam merahnya mega.
Friday night - October slams
Aku tidak mengerti kenapa tuhan ingin memisahkan aku dengan sahabatku. sahabat yang selama ini aku cari. Yang benar-benar bisa membuatku nyaman. Dia partner TERBAIKKU Tuhan, kenapa kau pisahkan dia dariku?! memiliki hobi dan kesukaan yang sama juga MIMPI dan Cita-Cita yang sama. Setiap kali aku bicara dengannya selalu saja aku merasa bahagia, merasa nyambung. Seolah aku dan dia adalah sehati. Universitas impiannya adalah Monash University dan aku Cambidge University. Aku ingin, aku dan dia terus bersama sampai kami lulus dari 'penjara suci' ini dan benar-benar menjadi mahasiswa di Monash dan Cambridge.
Tapi, Tuhan berkata lain, niken harus pindah dan sekarang dengan siapa aku bermimpi?!! Pahit sekali. Bermimpi sendiri tanpa ada yang menyemangati. Tuhan, tolong batalkan rencanamu untuk memisahkan aku dengannya. aku menyayanginya. Buatku cuma dia yang bisa kuajak bicara dan cuma dia yang bisa mendengarkanku.
Tuhan. tolong....
Siapa lagi yang bisa kuajak bicara bahasa Inggris, Jepang, Jerman? Siapa yang akan membaca novelku, siapa yang akan tersenyum dan tertawa untukku? siapa yang bisa kuajak bermain? siapa yang bisa kuajak bermimpi? siapa yang akan curhat padaku? siapa yang mau bersandar padaku untuk curhat? siapa? siapa yang mau membangkitkan semangat berkaryaku? siapa Tuhan? Siapa jika selain NIKEN?! cuma niken!!
Tuhan....
aku lebih memilih menjadi Apatis & Individualis.
Sakit. sakit rasanya memelukmu dalam rindu.
Perih, membaca lembar demi lembar diarymu. Maaf pi, aku terlau lemah untuk berada disana.
"YaAllah... Bimbinglah ia, sinari jalannya, mantapkan langkahnya menuju mimpi besarnya.
Kumohon... Pertemukan lagi kami di tanah England."
Insyaallah 4 tahun lagi kita berada di tanah impian kita! Big ben menanti kamu dan aku!
![]() |
| MAN SHABARA ZHAFIRA! |
Rabu, 16 Januari 2013
My best Lutfiaa.
You've been there for me
through the good times and bad
I know I can count on you
to be there when I'm sad
Life without you
just wouldn't be right
I wouldn't be able to get through
each day and night
When I've had a bad day
I know that you're only a call away
When life takes that crazy turn
You are always there to help me learn
We've had so many good times together
I know we'll be best friends forever
No matter where we are
I know we'll never be too far
You're my idol, my sister, my friend
We'll be together till the end
Even when we're old and gray
You'll be here still,
to help me get on my way.
Selasa, 01 Januari 2013
La Tansa, pernah ada.
![]() |
| Halaman sekolah |
![]() |
| Gerbang Utama |
Mungkin saya kecewa, saya sedih mengetahui keputusan kedua orang tua saya untuk memindahkan saya ke jakarta. Ini untuk yang kesekian kalinya saya diminta untuk mengikuti nasihat dokter dan keluarga yang menyarankan saya pindah dari pondok La Tansa.
Saya memang terlalu keras kepala. Egois. Saya haya
memikirkan kenyamanan saya ketika berada disana, saya tidak memikirkan bagaimana sakitnya saya
ketika terbangun di pagi hari. Saya tidak memikirkan bagaimana khawatirnya
orangtua saat mendapati saya sedang terbaring lemah di klinik pondok. Saya
tidak memikirkan bagaimana repotnya teman-teman yang menjaga saya selepas
mereka pulang sekolah. Saya tidak memikirkan orang-orang yang setia menjenguk
saya.
Ah, perempuan keras kepala ini memang selalu menentang apa
yang sudah digariskan. Seakan ia tau apa yang terbaik untuk dirinya dan masa
depan. Ia seakan tak mau tau sakitnya mengahadapi kehidupan disana.
Saya tau. Menjalani kehidupan ala pondok tak semudah yang
orang lain bayangkan. Setiap jam-nya ada kegiatan yang harus dijalani. Setiap
menit-nya terprogram dengan sangat cermat. Tak ada satupun manusia disana yang
bisa berleyeh-leyeh, kecuali saat bulan Ramadhan tiba. Setiap paginya kami
terbangun untuk menjalankan apa yang sudah diterapkan disana. Malam harinya pun kami harus taat aturan yang
tidak memperbolehkan tidur diatas jam sepuluh malam.
Benar. Ini benar-benar keinginan saya sendiri. Keinginan
saya menjadi manusia yang disiplin. Disiplin dalam segala hal. Saya banyak
mendapatkan pelajaran hidup disana. Saya seakan tau apa yang harus saya lakukan
kedepannya.
Sungguh. Sungguh saya masih ingin berada disana. Berada di
tengah-tengah sesama manusia yang saling mengingatkan akan kebaikan. Berada di
tengah-tengah saudara serantau, seperjuangan. Ini bukan akhir yang baik bagi
kehidupan saya disana. Tapi, mungkin ini akhir yang baik untuk kehidupan saya
selanjutnya.
Tak ada yang mampu menggantikan nikmatnya hidup disana.
Nikmatnya berbagi dalam hal apapun. Nikmatnya bercengkrama dengan kakak-kakak
senior. Ah, saya rindu segalanya yang ada disana.
Ya, saya tidak boleh terlalu larut dalam kekecewaan ini.
Saya harus bangkit dari kemelut ini.
Ini bukan pengalaman yang buruk, tapi ini sebagai acuan
untuk saya lebih giat lagi belajar demi menapaki ranah yang nantinya akan saya
jejaki.
Perjalananku belum berakhir sampai disini kan ?
Masih ada kegagalan dan keberhasilan lagi kan ?
Masih ada kegagalan dan keberhasilan lagi kan ?
Rabu, 12 Desember 2012
Saudara Terindahku
Assalamualaikum....
Apa kabar sahabatku?
Sekian lama kita tak berjumpa, adakah hal yang berubah darimu?
Semoga Allah senantiasa menjagamu, membimbingmu, menunjukimu ke jalan lurus-Nya…
dan semoga tak ada kebaikan yang hilang maupun berkurang darimu….
Malam ini sengaja kutulis surat kecil untukmu…
Surat kecil yang mewakili segenap perasaan diriku…
Maaf, mungkin hanya bisa melalui surat ini aku mengingatkanmu..
Aku tak terlalu sanggup untuk menyatakannya secara langsung padamu…
Sahabatku…
Terimakasih atas persahabatan yang kau berikan…
Terimakasih atas waktu yang kau berikan untuk ku…
Terimakasih untuk semuanya…
Sungguh aku benar2 beruntung memiliki sahabat sepertimu…
Tak kan pernah ku lupakan saat2 kita saling mengingatkan dalam kebaikan dahulu..
Tak kan pernah ku lupakan saat2 di pondok dulu...
tak kan ku lupakan nasihat2 mu...
Sahabat...
berpisah denganmu adalah salah satu hal yang aku takutkan…
aku selalu bertanya2, akankah aku dipertemukan dengan sahabat sebaik dirimu?
namun sejatinya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan..
dan akhirnya waktu itu datang..
saat aku harus meninggalkanmu..
saat aku harus mengucapkan kata berpisah..
saat aku harus melepaskan mimipi-mimpi kita bersama..
sesungguhnya jalan hidup setiap orang memang berbeda2..
kau dengan kehidupan pondok disana..
dan aku disini, tak jauh beda denganmu...
aku sedang membangun mimpiku yang sempat terbengkalai karena perpisahan ini...
aku disini selalu memikirkanmu...
bertanya-tanya sedang apa kau disana?
sudahkah, kamu menemukan seseorang yang bisa diajak membangun mimpi besarmu?
aku disini masih mencari seorang sepertimu...
seorang yang bisa mendengar keluh-kesahku...
seorang yang bisa memberikan nasihat2 dikala aku terjatuh...
seorang yang bisa mengingatkanku akan adanya Allah..
dan aku rindu dipelukmu..
aku rindu kata2 indah yang selalu kau kirimkan untukku...
Sahabatku, terimakasih telah menyempatkan membaca suratku ini.. aku disini akan selalu mendoakanmu...
dan aku percaya suatu saat nanti Allah bisa mempertemukkan kita lagi di langit dan benua yang berbeda... terus lanjutkan mimpi besarmu itu saudaraku...
Sungguh, aku menyayangimu karena Allah ^ ^
wassalamualaikum...
Suratku ini untuk sahabat2 ku yang sedang berjihad di pondok. Sahabat2 yang kusayangi karena-Nya.
untukmu saudaraku Lutfia dan Ressti...
Apa kabar sahabatku?
Sekian lama kita tak berjumpa, adakah hal yang berubah darimu?
Semoga Allah senantiasa menjagamu, membimbingmu, menunjukimu ke jalan lurus-Nya…
dan semoga tak ada kebaikan yang hilang maupun berkurang darimu….
Malam ini sengaja kutulis surat kecil untukmu…
Surat kecil yang mewakili segenap perasaan diriku…
Maaf, mungkin hanya bisa melalui surat ini aku mengingatkanmu..
Aku tak terlalu sanggup untuk menyatakannya secara langsung padamu…
Sahabatku…
Terimakasih atas persahabatan yang kau berikan…
Terimakasih atas waktu yang kau berikan untuk ku…
Terimakasih untuk semuanya…
Sungguh aku benar2 beruntung memiliki sahabat sepertimu…
Tak kan pernah ku lupakan saat2 kita saling mengingatkan dalam kebaikan dahulu..
Tak kan pernah ku lupakan saat2 di pondok dulu...
tak kan ku lupakan nasihat2 mu...
Sahabat...
berpisah denganmu adalah salah satu hal yang aku takutkan…
aku selalu bertanya2, akankah aku dipertemukan dengan sahabat sebaik dirimu?
namun sejatinya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan..
dan akhirnya waktu itu datang..
saat aku harus meninggalkanmu..
saat aku harus mengucapkan kata berpisah..
saat aku harus melepaskan mimipi-mimpi kita bersama..
sesungguhnya jalan hidup setiap orang memang berbeda2..
kau dengan kehidupan pondok disana..
dan aku disini, tak jauh beda denganmu...
aku sedang membangun mimpiku yang sempat terbengkalai karena perpisahan ini...
aku disini selalu memikirkanmu...
bertanya-tanya sedang apa kau disana?
sudahkah, kamu menemukan seseorang yang bisa diajak membangun mimpi besarmu?
aku disini masih mencari seorang sepertimu...
seorang yang bisa mendengar keluh-kesahku...
seorang yang bisa memberikan nasihat2 dikala aku terjatuh...
seorang yang bisa mengingatkanku akan adanya Allah..
dan aku rindu dipelukmu..
aku rindu kata2 indah yang selalu kau kirimkan untukku...
Sahabatku, terimakasih telah menyempatkan membaca suratku ini.. aku disini akan selalu mendoakanmu...
dan aku percaya suatu saat nanti Allah bisa mempertemukkan kita lagi di langit dan benua yang berbeda... terus lanjutkan mimpi besarmu itu saudaraku...
Sungguh, aku menyayangimu karena Allah ^ ^
wassalamualaikum...
Suratku ini untuk sahabat2 ku yang sedang berjihad di pondok. Sahabat2 yang kusayangi karena-Nya.
untukmu saudaraku Lutfia dan Ressti...
Minggu, 14 Oktober 2012
Angan yang akan kuraih bersama Lutfia dan Ressti
Universitas Monash (Monash University) adalah salah satu universitas terbesar di Australia. Kampus utamanya terletak di Clayton, Victoria, Australia.
IndahnyaMusim Gugur di JappanLondon kota indah impian kita :D
Aku ingin bersujud disini.
Indahnya Langit Paris ;;)
Langganan:
Postingan (Atom)










